Disusun Oleh :
1. Dara Pratiwi
2. Diana Eridawahyu
3. Dwira Meiki
4. Muliawati
5. Rizky Eltsalia
SMK Kesehatan Banten
Pengertian Dasar Gizi
BAB I
PENDAHULUAN
I.
1
Tujuan Umum
Pada semester ini siswa mampu menjelaskan tentang
pengertian gizi atau istilah gizi.
I.
2
Tujuan Khusus
A.
Siswa mampu menjelaskan tentang gizi.
B. Siswa
mampu menjelaskan tentang ruang lingkup gizi.
C. Siswa
mampu menjelaskan tentang hubungan gizi dengan kesehatan.
D.
Siswa mampu menjelaskan tentang hubungan gizi dengan proses tubuh.
E. Siswa
mampu menjelaskan tentang perkembangan ilmu gizi
BAB
II
ISI
II. 1 Pembahasan
A.
Pengelompokan Zat Gizi Menurut Kebutuhan
Makronutrien
:
Komponen terbesar dari susunan diet, berfungsi untuk
menyuplai energi dan zat-zat esensial (pertumbuhan sel/ jaringan), pemeliharaan aktivitas tubuh. Karbohidrat (hidrat
arang), lemak, protein, makromineral dan air.
Mikronutrien
:
3.
Protein – Asam-asam amino;
leusin; isoleusin; lisin; metionin; fenilalanin; treonin; valin;
histidin; nitrogen nonesensial.
4.
Mineral – Kalsium; fosfor; natrium; kalium; sulfur; klor; magnesium; zat besi; selenium; seng; mangan; tembaga; kobalt; iodium;
krom fluor; timah; nikel; silikon, arsen, boron; vanadium, molibden.
5.
Vitamin – Vitamin A (retinol); vitamin D (kolekalsiferol); vitamin E (tokoferol); vitamin K; tiamin; riboflavin; niaclin; biotin; folasin/folat; vitamin B6; vitamin B12; asam pantotenat;vitamin C.
6.
Air
B.
Fungsi Zat Gizi
1. Memberi energi (zat pembakar) – Karbohidrat, lemak dan protein, merupakan ikatan organik yang mengandung
karbon yang dapat dibakar dan dibutuhkan tubuh untuk melakukankegiatan/aktivitas.
2. Pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh (zat pembangun) – Protein, mineral dan air, diperlukan untuk membentuk sel-sel baru,
memelihara, dan menganti sel yang rusak.
Mengatur proses tubuh (zat pengatur) – Protein, mineral, air dan vitamin. Protein bertujuan mengatur
keseimbangan air di dalam sel,bertindak sebagai buffer dalam upaya memelihara
netralitas tubuh dan membentuk antibodi sebagai penangkal organisme yang bersifat infektil dan
bahan-bahan asing yang dapat masuk ke dalam tubuh. Mineral dan vitamin sebagai pengatur dalam proses-proses oksidasi, fungsi normal saraf dan otot serta banyak proses lain yang terjadi
dalam tubuh, seperti dalam darah, cairan pencernaan, jaringan,
mengatur suhu tubuh, peredaran darah, pembuangan sisa-sisa/ekskresi
dan lain-lain proses tubuh.
II. 2 Pengertian
A. Beberapa
Pengertian/Istilah dalam Gizi
1. Ilmu Gizi (Nutrience Science)
adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang makanandalam hubungannya dengan kesehatan optimal/ tubuh.
2. Zat Gizi (Nutrients)
adalah ikatan kimia yang diperlukan tubuh untuk melakukan
fungsinya, yaitu menghasilkan energi, membangun dan memelihara
jaringan serta mengatur proses-proseskehidupan.
3. Gizi (Nutrition)
adalah suatu proses organisme
menggunakan makanan yang dikonsumsi
secara normal melalui proses digesti, absorpsi,
transportasi, penyimpanan, metabolisme danpengeluaran zat-zat yang tidak digunakan, untuk mempertahankan
kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dri organ-organ, serta
menghasilkan energi.
5. Makanan adalah bahan selain obat yang mengandung zat-zat gizi dan atau unsur-unsur/ikatan kimia yang dapat diubah
menjadi zat gizi oleh tubuh, yang berguna bila
dimasukkan ke dalam tubuh.
Kata “gizi” berasal dari bahasa
Arab ghidza, yang berarti “makanan”. Ilmu gizi bisa berkaitan
dengan makanan dan tubuh manusia. Dalam bahasa Inggris, food menyatakan makanan, pangan dan bahan makanan.
1. Secara Klasik : gizi hanya dihubungkan
dengan kesehatan tubuh (menyediakan energi, membangun, memelihara
jaringan tubuh, mengatur proses-proses kehidupan dalam tubuh).
2. Sekarang : selain untuk kesehatan, juga dikaitkan dengan potensi ekonomi seseorang karenagizi berkaitan dengan perkembangan otak, kemampuan belajar,
produktivitas kerja.
B. Ruang
Lingkup Ilmu Gizi
Ruang lingkup
gizi cukup luas, dimulai dari cara produksi pangan, perubahan pascapanen (penyediaan pangan, distribusi dan
pengolahan pangan, konsumsi makanan serta cara pemanfaatan makanan oleh tubuh yang sehat dan sakit).
Ilmu gizi berkaitan dengan ilmu
agronomi, peternakan, ilmu pangan, mikrobiologi, biokimia, faal, biologi
molekular dan kedokteran.
Informasi gizi yang diberikan pada
masyarakat, yang meliputi gizi individu, keluarga dan masyarakat; gizi institusi dan gizi olahraga.
· Suplementasi oral, enteral
dan parenteral.
C.
Hubungan Gizi dengan Kesehatan
Apa itu gizi? di dalam rumusan
masalah yang ke-3 sudah dijelaskan bahwa gizi itu adalah Unsur-unsur yang
terkandung di dalam makanan, yang mana unsur-unsur tersebut memberikan manfaat
secara langsung bagi tubuh serta dapat mempertahankan kehidupan.
Apakah yang dimaksud dengan
kesehatan? UU No.23 Tahun 1992 Bab 1 Pasal 1 menyebutkan bahwa kesehatan adalah
keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang
hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Setiap anak berhak mendapatkan
kesehatan untuk proses perkembangan dan pertumbuhannya. Karna dengan kesehatan anak
bisa melakukan apa yang dia mau, beraktivitas dengan lancar dan baik, berfikir
secara rasional, dan dapat berkonsentrasi dalam belajarnya. Untuk itu,
kesehatan sangatlah penting bagi anak usia dini bahkan mempengaruhi kecerdasan
otak anak. Akan tetapi bukan hanya setiap anak saja, orang dewasa juga
memerlukan kesehatan yang baik untuk bisa mendidik dan memberikan contoh yang
baik mengenai pentingnya kesehatan dan menjaga kebersihan bagi anak-anak
mereka.
Makanan mengandung gizi untuk
membantu perkembangan. Kesehatan dan gizi
dapat diartikan sebagai suatu hal yang mendatangkan sehat atau kebaikan dengan
diberikan zat makanan yang dibutuhkan tubuh. Makanan bayi ASI merupakan makanan
utama, sedang lainnya sebagai makanan pelengkap. Anak usia 1 – 3 tahun sangat rentan
terhadap penyakit gizi. Mereka boleh diajari makan sendiri, dengan cara
mencicipi makanan yang lunak, tidak pedas dan tidak merangsang. Pemberian
makanan manis pada anak usia dini tidak boleh terlalu banyak supaya tidak
terjadi karies (gigi berlubang), oleh karena itu anak perlu belajar menggosok
gigi. Pada usia 4 – 6 tahun kebutuhan nutrient anak relatif kurang, sebab anak
sudah bisa memilih makanan sendiri, untuk itu pengertian tentang nilai gizi
boleh diajarkan.
D. Hubungan Gizi dengan Proses Tubuh
Makanan sehari-hari yang dipilh
dengan baik akan memberikan semua zat gizi yang dibutuhkan untuk fungsi normal
tubuh. Sebaliknya, bila makanan tidak dipilh dengan baik, tubuh akan mengalami
kekurangan zat zat gizi esensial tertentu.Zat gizi esensial adalah zat gizi
yang harus didatangkan dari makanan (lihat
Tabel 1.1). Bila dikelompokan, ada 3 fungsi zat gizi dalam tubuh:
a.
Memberi energi
Zat zat gizi yang dapat memberikan
energi adalah: karbohidrat, lemak, protein. Oksidasi zat zat gizi ini
menghasilkan energi yang diperlukan tubuh untuk melakukan kegiatan atau
aktifitas. Ketiga zat gizi termasuk ikatan organik yang mengandung karbon yang
dapat dibakar. Ketiga zat gizi terdapat dalam jumlah paling banyak dalam bahan
pangan. Dalam fungsi sebagai zat pemberi energi, ketiga zat gizi tersebut
dinamakan zat pembakar.
b.
Pertumbuhan dan Pemeliharaan
Jaringan Tubuh
Protein, mineral, dan air adalah
bagian dari jaringan tubuh. Oleh karena itu, diperlukan untuk membentuk sel-sel
baru, memelihara, dan mengganti sel-sel yang rusak. Dalam fungsi ini ketiga zat
gizi tersebut dinamakan zat pembangunan.
c.
Mengatur Proses Tubuh
Protein, mineral, air, dan vitamin
diperlukan untuk mengatur proes tubuh. Protein mengatur keseimbangan air di
dalam sel, bertindak sebagai buffer dalam upaya memelihara netralitas tubuh dan
membentuk antibody sebagai penangkal organisme yang bersifat infektif dan bahan
bahan asing yang dapat masuk ke dalam tubuh. Mineral dan vitamin diperlukan
sebagai pengatur dalam proses-proses oksidasi, fungsi normal saraf dan otot
serta banyak proses lain yang terjadi di dalam tubuh termasuk proses menua. Air
diperlukan untuk melarutkan bahan-bahan di dalam tubuh, seperti di dalam darah,
cairan pencernaan, jaringan, dan mengatur suhu tubuh, peredaran darah,
pembuangan sisa-sisa/ekskresi dan lain-lain. Dalam fungsi mengatur tubuh ini,
protein, mineral, air, dan vitamin dinamakan zat pengatur.
Tabel 1.1 Zat-zat Gizi esensial
yang dibutuhkan tubuh
|
Karbohidrat
Glukosa
Serat
Lemak/lipida
Asam linoleat
(omega-6)
Asam linolenat
(omega-3)
Protein
Asam-asam
amino:
Leusin
Isoleusin
Lisin
Triptofan
Metionin
Fenilalanin
Treonin
Valin
Histidin
Nitrogen
nonsensial
|
Mineral
Kalsium
Fosfor
Natrium
Kalium
Sulfur
Klor
Magnesium
Zat besi
Selenium
Seng
Mangan
Tembaga
Kobalt
Iodium
Krom
Fluor
Timah
Nikel
Silikon, arsen,
boron
Vanadium,
molibden
|
Vitamin
A (retinol)
D (kolekalsiferol)
E (tokoferol)
K (menadion)
Tiamin
Riboflavin
Niasin
Biotin
Folasin/folat
Vitamin B6
(piridoksin)
Vitamin B12 (kobalamin)
Asam pantotenat
Vitamin C (asam
askorbat)
Air
|
Akibat Gizi Kurang pada Proses Tubuh
Akibat kurang gizi terhadap proses
tubuh bergantung pada zat-zat gizi apa yang kurang. Kekurangan gizi secara umum
(makanan kurang dalam kuantitas dan kualitas) menyebabkan gangguan pada
proses-proses:
a.
Pertumbuhan
Anak-anak tidak tunbuh menurut
potensialnya. Protein digunakan sebagai zat pembakar, sehingga otot-otot
menjadi lembek dan rambut mudah rontok. Anak-anak yang berasal dari tingkat
sosial ekonomi menengah ke atas rata-rata lebih tinggi daripada yang berasal
dari keadaan sosial ekonomi rendah.
b.
Produksi Tenaga
Kekurangan energi berasal dari
makanan, menyebabkan seorang kekurangan tenaga untuk bergerak, bekerja, dan
melakukan aktivitas. Orang menjadi malas, merasa lemah, dan produktivitas
menurun.
c.
Pertahanan Tubuh
Daya tahan tubiuh terhadap tekanan
atau stres menurun. Sistem imunitas dan antibodi berkurang, sehingga orang
mudah terserang infeksi seperti pilek, batuk, dan diare. Pada anak-anak hal ini
dapat membawa kematian.
d.
Struktur dan Fungsi Otak
Kurang gizi pada usia muda dapat
berpengaruh terhadap perkembangan mental, dengan demikian kemampuan berpikir.
Otak mencapai bentuk maksimal pada usia dua tahun. Kekurangan gizi dapat
berakibat terganggunya fungsi otak secara permanen.
e.
Perilaku
Baik anak-anak maupun orang dewasa
yang kurang gizi menunjukan perilaku tidak tenag. Mereka mudah tersinggung,
cengeng, dan apatis.
Dari keterangan di atas tampak,
bahwa gizi yang baik merupakan modal bagi pengembangan sumberdaya manusia.
Akibat Gizi Lebih pada Proses Tubuh
Gizi lebih menyebabkan kegemukan
atau obesitas. Kelebihan energi yang dikonsumsi disimpan di dalam jaringan
dalam bentuk lemak. Kegemukan merupakan salah satu faktor risiko dalam
terjadinya berbagai penyakit degeneratif, seperti hipertensi atau tekanan darah
tinggi, penyakit-penyakit diabetes, jantung koroner, hati, dan kantung empedu.
E. Sejarah
Perkembangan Ilmu Gizi
Berdiri tahun 1926, oleh Mary Swartz Rose saat dikukuhkan
sebagai profesor ilmu gizi di Universitas
Columbia, New York, AS. Pada zaman purba, makanan penting untuk kelangsungan hidup. Sedangkan pada
zaman Yunani, tahun 400 SM ada teori Hipocrates yang menyatakan bahwa makanan sebagai panas yang dibutuhkan manusia, artinya manusia butuh makan.
1. Penelitian tentang Pernafasan dan Kalorimetri – Pertama dipelajari oleh Antoine
Lavoisier (1743-1794). Mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan
penggunaan energi makanan yang meliputi proses pernafasan, oksidasi dan kalorimetri. Kemudian berkembang hingga awal
abad 20, adanya penelitian tentang pertukaran energi dan sifat-sifat
bahan makanan pokok.
2. Penemuan Mineral – Sejak lama mineral telah diketahui dalam tulang dan gigi. Pada tahun
1808 ditemukan kalsium. Tahun 1808, Boussingault
menemukan zat besi sebagai zat esensial.
Ringer (1885) dan Locke (1990), menemukan cairan tubuh perlu konsentrasi elektrolit tertentu. Awal abad 20, penelitian Loeb tentang
pengaruh konsentrasi garam natrium, kalium dan kalsiumklorida terhadap jaringan hidup.
3. Penemuan Vitamin – Awal abad 20, vitamin sudah dikenal. Sejak tahun 1887-1905 muncul
penelitian-penelitian dengan makanan yang dimurnikan dan makanan utuh. Dengan hasil: ditemukan suatu zat aktif dalam makanan yang tidak tergolong zat gizi utama dan berperan
dalam pencegahan penyakit (Scurvy dan Rickets). Pada tahun 1912, Funk
mengusulkan memberi nama vitamine untuk zat tersebut. Tahun 1920, vitamin diganti menjadi vitamine dan diakui sebagai zat
esensial.
4. Penelitian Tingkat Molekular
dan Selular – Penelitian ini dimulai tahun 1955, dan diperolehpengertian tentang struktur sel yang rumit serta peranan kompleks
dan vital zat gizi dalampertumbuhan dan pemeliharaan sel-sel. Setelah tahun 1960,
penelitian bergeser dari zat-zat giziesensial ke inter
relationship antara zat-zat gizi, peranan biologik spesifik,
penetapan kebutuhan zat gizi manusia dan pengolahan makanan thdp kandungan zat gizi.
5. Keadaan Sekarang – Muncul
konsep-konsep baru antara lain: pengaruh keturunan terhadap kebutuhan gizi; pengaruh gizi terhadap perkembangan otak dan perilaku, kemampuan bekerja dan produktivitas serta daya tahan
terhadap penyakit infeksi. Pada bidang teknologi pangan ditemukan : cara
mengolah makanan bergizi, fortifikasi bahan pangan
dengan zat-zat giziesensial, pemanfaatan sifat
struktural bahan pangan, dsb. FAO dan WHO mengeluarkan Codex Alimentaris
(peraturan food labeling dan batas keracunan).
BAB III
PENUTUP
III.
1
Kesimpulan
Kata “gizi” berasal dari bahasa
Arab ghidza, yang berarti “makanan”. Ilmu gizi bisa berkaitan
dengan makanan dan tubuh manusia. Dalam bahasa Inggris, food menyatakan makanan, pangan dan bahan makanan.
Fungsi Zat Gizi memberi energi (zat pembakar)– Karbohidrat, lemak dan protein, merupakan ikatan
organik yang mengandung karbon yang dapat dibakar dan
dibutuhkan tubuh untuk melakukan kegiatan/aktivitas.
Kesehatan dan gizi dapat
diartikan sebagai suatu hal yang mendatangkan sehat atau kebaikan dengan
diberikan zat makanan yang dibutuhkan tubuh. Karena itu zat gizi sanagat
penting untuk kebutuhan tubuh.
Makanan sehari-hari yang dipilh
dengan baik akan memberikan semua zat gizi yang dibutuhkan untuk fungsi normal
tubuh. Sebaliknya, bila makanan tidak dipilh dengan baik, tubuh akan mengalami
kekurangan zat zat gizi esensial tertentu.Zat gizi esensial adalah zat gizi
yang harus didatangkan dari makanan.
Sejarah perkembangan ilmu gizi berdiri tahun 1926, oleh Mary Swartz Rose saat dikukuhkan
sebagai profesor ilmu gizi di Universitas
Columbia, New York, AS. Pada zaman purba, makanan penting untuk kelangsungan hidup. Sedangkan pada
zaman Yunani, tahun 400 SM ada teori Hipocrates yang menyatakan bahwa makanan sebagai panas yang dibutuhkan manusia, artinya manusia butuh makan.
III.
2 Saran
Kita sebagai manusia membutuhkan asupan gizi yang
seimbang. Untuk itu kita harus selalu menjaga asupan makanan yang masuk kedalam
tubuh kita. Dengan menjaga asupan makanan dan gizi kita bisa mencapai status
gizi tubuh yang optimal.
DAFTAR PUSTAKA
Almatsier, S. Prinsip
Dasar Ilmu Gizi.
Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2001.
Francin, P. Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi. EGC, Jakarta, 2005.
Moehji, S. Ilmu Gizi. Jilid I. Bhatara Karya Pustaka, Jakarta, 1982.
Supariasa, I. Penilaian Status Gizi. EGC, Jakarta, 2002.
Francin, P. Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi. EGC, Jakarta, 2005.
Moehji, S. Ilmu Gizi. Jilid I. Bhatara Karya Pustaka, Jakarta, 1982.
Supariasa, I. Penilaian Status Gizi. EGC, Jakarta, 2002.