Jumat, 19 September 2014

Pengertian Dasar Gizi


Disusun Oleh :
1. Dara Pratiwi
2. Diana Eridawahyu
3. Dwira Meiki
4. Muliawati
5. Rizky Eltsalia

SMK Kesehatan Banten
Pengertian Dasar Gizi
 
BAB I
PENDAHULUAN

I.    1 Tujuan Umum
Pada semester ini siswa mampu menjelaskan tentang pengertian gizi atau istilah gizi.
I.    2 Tujuan Khusus
A.    Siswa mampu menjelaskan tentang gizi.
B.    Siswa mampu menjelaskan tentang ruang lingkup gizi.
C.    Siswa mampu menjelaskan tentang hubungan gizi dengan kesehatan.
D.    Siswa mampu menjelaskan tentang hubungan gizi dengan proses tubuh.
E.    Siswa mampu menjelaskan tentang perkembangan ilmu gizi


BAB II
ISI

II. 1 Pembahasan
A.          Pengelompokan Zat Gizi Menurut Kebutuhan
Terbagi dalam dua golongan besar yaitu makronutrien dan mikronutrien.
Makronutrien :
Komponen terbesar dari susunan diet, berfungsi untuk menyuplai energi dan zat-zat esensial (pertumbuhan sel/ jaringan), pemeliharaan aktivitas tubuh. Karbohidrat (hidrat arang), lemak, protein, makromineral dan air.
Mikronutrien :
Golongan mikronutrien terdiri dari:
1.        Karbohidrat – Glukosa; serat.
2.        Lemak/ lipida – Asam linoleat (omega-6); asam linolenat (omega-3).
3.        Protein – Asam-asam amino; leusin; isoleusin; lisin; metionin; fenilalanin; treonin; valin; histidin; nitrogen nonesensial.
4.        Mineral – Kalsiumfosfornatrium; kalium; sulfur; klor; magnesium; zat besi; selenium; seng; mangan; tembaga; kobalt; iodium; krom fluor; timah; nikel; silikon, arsen, boron; vanadium, molibden.
5.        Vitamin – Vitamin A (retinol); vitamin D (kolekalsiferol); vitamin E (tokoferol); vitamin K; tiamin; riboflavin; niaclin; biotin; folasin/folat; vitamin B6; vitamin B12; asam pantotenat;vitamin C.
6.        Air

B.          Fungsi Zat Gizi
1.    Memberi energi (zat pembakar) – Karbohidratlemak dan protein, merupakan ikatan organik yang mengandung karbon yang dapat dibakar dan dibutuhkan tubuh untuk melakukankegiatan/aktivitas.
2.    Pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh (zat pembangun) – Proteinmineral dan air, diperlukan untuk membentuk sel-sel baru, memelihara, dan menganti sel yang rusak.
Mengatur proses tubuh (zat pengatur) – Proteinmineral, air dan vitaminProtein bertujuan mengatur keseimbangan air di dalam sel,bertindak sebagai buffer dalam upaya memelihara netralitas tubuh dan membentuk antibodi sebagai penangkal organisme yang bersifat infektil dan bahan-bahan asing yang dapat masuk ke dalam tubuhMineral dan vitamin sebagai pengatur dalam proses-proses oksidasi, fungsi  normal saraf dan otot serta banyak proses lain yang terjadi dalam tubuh, seperti dalam darahcairan pencernaan, jaringan, mengatur suhu tubuh, peredaran darah, pembuangan sisa-sisa/ekskresi dan lain-lain proses tubuh.

II. 2 Pengertian
A.     Beberapa Pengertian/Istilah dalam Gizi

1.    Ilmu Gizi (Nutrience Science) adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang makanandalam hubungannya dengan kesehatan optimal/ tubuh.
2.    Zat Gizi (Nutrients) adalah ikatan kimia yang diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya, yaitu menghasilkan energi, membangun dan memelihara jaringan serta mengatur proses-proseskehidupan.
3.    Gizi (Nutrition) adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absorpsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme danpengeluaran zat-zat yang tidak digunakan, untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dri organ-organ, serta menghasilkan energi.
4.    Pangan adalah istilah umum untuk semua bahan yang dapat dijadikan makanan.
5.    Makanan adalah bahan selain obat yang mengandung zat-zat gizi dan atau unsur-unsur/ikatan kimia yang dapat diubah menjadi zat gizi oleh tubuh, yang berguna bila dimasukkan ke dalam tubuh.
6.    Bahan makanan adalah makanan dalam keadaan mentah.
7.    Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat-zatgizi.
Kata “gizi” berasal dari bahasa Arab ghidza, yang berarti “makanan”. Ilmu gizi bisa berkaitan dengan makanan dan tubuh manusia. Dalam bahasa Inggris, food menyatakan makanan, pangan dan bahan makanan.

Pengertian gizi terbagi secara klasik dan masa sekarang yaitu:
1.    Secara Klasik : gizi hanya dihubungkan dengan kesehatan tubuh (menyediakan energi, membangun, memelihara jaringan tubuh, mengatur proses-proses kehidupan dalam tubuh).
2.    Sekarang : selain untuk kesehatan, juga dikaitkan dengan potensi ekonomi seseorang karenagizi berkaitan dengan perkembangan otak, kemampuan belajar, produktivitas kerja.

B.     Ruang Lingkup Ilmu Gizi
Ruang lingkup gizi cukup luas, dimulai dari cara produksi pangan, perubahan pascapanen (penyediaan pangan, distribusi dan pengolahan pangan, konsumsi makanan serta cara pemanfaatan makanan oleh tubuh yang sehat dan sakit).
Ilmu gizi berkaitan dengan ilmu agronomi, peternakan, ilmu pangan, mikrobiologi, biokimia, faal, biologi molekular dan kedokteran.
Informasi gizi yang diberikan pada masyarakat, yang meliputi gizi individu, keluarga dan masyarakat; gizi institusi dan gizi olahraga.
Perkembangan gizi klinis :
·     Anamnesis dan pengkajian status nutrisi pasien.
·     Pemeriksaan fisik yang berkaitan dengan defisiensi zat besi.
·     Pemeriksaan antropometris dan tindak lanjut terahdap gangguannya.
·     Pemeriksaan radiologi dan tes laboratorium dengan status nutrisi pasien.
·     Suplementasi oral, enteral dan parenteral.
·     Interaksi timbal balik antara nutrien dan obat-obatan.
Bahan tambahan makanan (pewarna, penyedap dan sejenis serta bahan-bahan kontaminan).


C.     Hubungan Gizi dengan Kesehatan
Apa itu gizi? di dalam rumusan masalah yang ke-3 sudah dijelaskan bahwa gizi itu adalah Unsur-unsur yang terkandung di dalam makanan, yang mana unsur-unsur tersebut memberikan manfaat secara langsung bagi tubuh serta dapat mempertahankan kehidupan.
Apakah yang dimaksud dengan kesehatan? UU No.23 Tahun 1992 Bab 1 Pasal 1 menyebutkan bahwa kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Setiap anak berhak mendapatkan kesehatan untuk proses perkembangan dan pertumbuhannya. Karna dengan kesehatan anak bisa melakukan apa yang dia mau, beraktivitas dengan lancar dan baik, berfikir secara rasional, dan dapat berkonsentrasi dalam belajarnya. Untuk itu, kesehatan sangatlah penting bagi anak usia dini bahkan mempengaruhi kecerdasan otak anak. Akan tetapi bukan hanya setiap anak saja, orang dewasa juga memerlukan kesehatan yang baik untuk bisa mendidik dan memberikan contoh yang baik mengenai pentingnya kesehatan dan menjaga kebersihan bagi anak-anak mereka.
Makanan mengandung gizi untuk membantu perkembangan. Kesehatan dan gizi dapat diartikan sebagai suatu hal yang mendatangkan sehat atau kebaikan dengan diberikan zat makanan yang dibutuhkan tubuh. Makanan bayi ASI merupakan makanan utama, sedang lainnya sebagai makanan pelengkap. Anak usia 1 – 3 tahun sangat rentan terhadap penyakit gizi. Mereka boleh diajari makan sendiri, dengan cara mencicipi makanan yang lunak, tidak pedas dan tidak merangsang. Pemberian makanan manis pada anak usia dini tidak boleh terlalu banyak supaya tidak terjadi karies (gigi berlubang), oleh karena itu anak perlu belajar menggosok gigi. Pada usia 4 – 6 tahun kebutuhan nutrient anak relatif kurang, sebab anak sudah bisa memilih makanan sendiri, untuk itu pengertian tentang nilai gizi boleh diajarkan.

D.     Hubungan Gizi dengan Proses Tubuh
Makanan sehari-hari yang dipilh dengan baik akan memberikan semua zat gizi yang dibutuhkan untuk fungsi normal tubuh. Sebaliknya, bila makanan tidak dipilh dengan baik, tubuh akan mengalami kekurangan zat zat gizi esensial tertentu.Zat gizi esensial adalah zat gizi yang harus didatangkan dari makanan (lihat Tabel 1.1). Bila dikelompokan, ada 3 fungsi zat gizi dalam tubuh:
a.    Memberi energi
Zat zat gizi yang dapat memberikan energi adalah: karbohidrat, lemak, protein. Oksidasi zat zat gizi ini menghasilkan energi yang diperlukan tubuh untuk melakukan kegiatan atau aktifitas. Ketiga zat gizi termasuk ikatan organik yang mengandung karbon yang dapat dibakar. Ketiga zat gizi terdapat dalam jumlah paling banyak dalam bahan pangan. Dalam fungsi sebagai zat pemberi energi, ketiga zat gizi tersebut dinamakan zat pembakar.
b.    Pertumbuhan dan Pemeliharaan Jaringan Tubuh
Protein, mineral, dan air adalah bagian dari jaringan tubuh. Oleh karena itu, diperlukan untuk membentuk sel-sel baru, memelihara, dan mengganti sel-sel yang rusak. Dalam fungsi ini ketiga zat gizi tersebut dinamakan zat pembangunan.
c.    Mengatur Proses Tubuh
Protein, mineral, air, dan vitamin diperlukan untuk mengatur proes tubuh. Protein mengatur keseimbangan air di dalam sel, bertindak sebagai buffer dalam upaya memelihara netralitas tubuh dan membentuk antibody sebagai penangkal organisme yang bersifat infektif dan bahan bahan asing yang dapat masuk ke dalam tubuh. Mineral dan vitamin diperlukan sebagai pengatur dalam proses-proses oksidasi, fungsi normal saraf dan otot serta banyak proses lain yang terjadi di dalam tubuh termasuk proses menua. Air diperlukan untuk melarutkan bahan-bahan di dalam tubuh, seperti di dalam darah, cairan pencernaan, jaringan, dan mengatur suhu tubuh, peredaran darah, pembuangan sisa-sisa/ekskresi dan lain-lain. Dalam fungsi mengatur tubuh ini, protein, mineral, air, dan vitamin dinamakan zat pengatur.

Tabel 1.1 Zat-zat Gizi esensial yang dibutuhkan tubuh
Karbohidrat
Glukosa
Serat


Lemak/lipida
Asam linoleat (omega-6)
Asam linolenat (omega-3)
Protein
Asam-asam amino:
Leusin
Isoleusin
Lisin
Triptofan
Metionin
Fenilalanin
Treonin
Valin
Histidin
Nitrogen nonsensial
Mineral
Kalsium
Fosfor
Natrium
Kalium
Sulfur
Klor
Magnesium
Zat besi
Selenium
Seng
Mangan
Tembaga
Kobalt
Iodium
Krom
Fluor
Timah
Nikel
Silikon, arsen, boron
Vanadium, molibden
Vitamin
A (retinol)
D (kolekalsiferol)
E (tokoferol)
K (menadion)
Tiamin
Riboflavin
Niasin
Biotin
Folasin/folat
Vitamin B6 (piridoksin)
Vitamin B12  (kobalamin)
Asam pantotenat
Vitamin C (asam askorbat)


Air

Akibat Gizi Kurang pada Proses Tubuh
Akibat kurang gizi terhadap proses tubuh bergantung pada zat-zat gizi apa yang kurang. Kekurangan gizi secara umum (makanan kurang dalam kuantitas dan kualitas) menyebabkan gangguan pada proses-proses:
a.              Pertumbuhan
Anak-anak tidak tunbuh menurut potensialnya. Protein digunakan sebagai zat pembakar, sehingga otot-otot menjadi lembek dan rambut mudah rontok. Anak-anak yang berasal dari tingkat sosial ekonomi menengah ke atas rata-rata lebih tinggi daripada yang berasal dari keadaan sosial ekonomi rendah.
b.              Produksi Tenaga
Kekurangan energi berasal dari makanan, menyebabkan seorang kekurangan tenaga untuk bergerak, bekerja, dan melakukan aktivitas. Orang menjadi malas, merasa lemah, dan produktivitas menurun.
c.              Pertahanan Tubuh
Daya tahan tubiuh terhadap tekanan atau stres menurun. Sistem imunitas dan antibodi berkurang, sehingga orang mudah terserang infeksi seperti pilek, batuk, dan diare. Pada anak-anak hal ini dapat membawa kematian.

d.             Struktur dan Fungsi Otak
Kurang gizi pada usia muda dapat berpengaruh terhadap perkembangan mental, dengan demikian kemampuan berpikir. Otak mencapai bentuk maksimal pada usia dua tahun. Kekurangan gizi dapat berakibat terganggunya fungsi otak secara permanen.
e.              Perilaku
Baik anak-anak maupun orang dewasa yang kurang gizi menunjukan perilaku tidak tenag. Mereka mudah tersinggung, cengeng, dan apatis.
Dari keterangan di atas tampak, bahwa gizi yang baik merupakan modal bagi pengembangan sumberdaya manusia.

Akibat Gizi Lebih pada Proses Tubuh
Gizi lebih menyebabkan kegemukan atau obesitas. Kelebihan energi yang dikonsumsi disimpan di dalam jaringan dalam bentuk lemak. Kegemukan merupakan salah satu faktor risiko dalam terjadinya berbagai penyakit degeneratif, seperti hipertensi atau tekanan darah tinggi, penyakit-penyakit diabetes, jantung koroner, hati, dan kantung empedu.

E.      Sejarah Perkembangan Ilmu Gizi
Berdiri tahun 1926, oleh Mary Swartz Rose saat dikukuhkan sebagai profesor ilmu gizi di Universitas Columbia, New York, AS. Pada zaman purba, makanan penting untuk  kelangsungan hidup. Sedangkan pada zaman Yunani, tahun 400 SM ada teori Hipocrates yang menyatakan bahwa makanan sebagai panas yang dibutuhkan manusia, artinya manusia butuh makan.
Beberapa penelitian yang menegaskan bahwa ilmu gizi sudah ada sejak dulu, antara lain:
1.    Penelitian tentang Pernafasan dan Kalorimetri – Pertama dipelajari oleh Antoine Lavoisier  (1743-1794). Mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan  penggunaan energi makanan yang meliputi  proses pernafasan, oksidasi dan kalorimetri. Kemudian berkembang hingga awal abad 20, adanya  penelitian tentang pertukaran energi dan sifat-sifat bahan  makanan pokok.
2.    Penemuan Mineral – Sejak lama mineral telah diketahui dalam tulang dan gigi. Pada tahun 1808 ditemukan kalsium. Tahun 1808, Boussingault menemukan zat besi sebagai zat esensial. Ringer (1885) dan Locke (1990), menemukan cairan tubuh perlu konsentrasi elektrolit tertentu. Awal abad 20, penelitian Loeb tentang pengaruh konsentrasi garam natrium, kalium dan kalsiumklorida terhadap jaringan hidup.
3.    Penemuan Vitamin – Awal abad 20, vitamin sudah dikenal. Sejak tahun 1887-1905 muncul penelitian-penelitian dengan makanan yang dimurnikan dan makanan utuh. Dengan hasil: ditemukan suatu zat aktif dalam makanan yang tidak tergolong zat gizi utama dan berperan dalam pencegahan penyakit (Scurvy dan Rickets). Pada tahun 1912, Funk mengusulkan memberi nama vitamine untuk zat tersebut. Tahun 1920, vitamin diganti menjadi vitamine dan diakui sebagai zat esensial.
4.    Penelitian Tingkat Molekular dan Selular – Penelitian ini dimulai tahun 1955, dan diperolehpengertian tentang struktur sel yang rumit serta peranan kompleks dan vital zat gizi dalampertumbuhan dan pemeliharaan sel-sel. Setelah tahun 1960, penelitian bergeser dari zat-zat giziesensial ke inter relationship antara zat-zat gizi, peranan biologik spesifik, penetapan kebutuhan zat gizi manusia dan pengolahan makanan thdp kandungan zat gizi.
5.    Keadaan Sekarang – Muncul konsep-konsep baru antara lain: pengaruh keturunan terhadap kebutuhan gizi; pengaruh gizi terhadap perkembangan otak dan perilaku, kemampuan bekerja dan produktivitas serta daya tahan terhadap penyakit infeksi. Pada bidang teknologi pangan ditemukan : cara mengolah makanan bergizi, fortifikasi bahan pangan dengan zat-zat giziesensial, pemanfaatan sifat struktural bahan pangan, dsb. FAO dan WHO mengeluarkan Codex Alimentaris (peraturan food labeling dan batas keracunan).




BAB III
PENUTUP

III.   1 Kesimpulan
Kata “gizi” berasal dari bahasa Arab ghidza, yang berarti “makanan”. Ilmu gizi bisa berkaitan dengan makanan dan tubuh manusia. Dalam bahasa Inggris, food menyatakan makanan, pangan dan bahan makanan.
Fungsi Zat Gizi memberi energi (zat pembakar)– Karbohidratlemak  dan  protein, merupakan  ikatan organik  yang mengandung karbon yang dapat dibakar dan dibutuhkan tubuh untuk melakukan kegiatan/aktivitas.
Kesehatan dan gizi dapat diartikan sebagai suatu hal yang mendatangkan sehat atau kebaikan dengan diberikan zat makanan yang dibutuhkan tubuh. Karena itu zat gizi sanagat penting untuk kebutuhan tubuh.
Makanan sehari-hari yang dipilh dengan baik akan memberikan semua zat gizi yang dibutuhkan untuk fungsi normal tubuh. Sebaliknya, bila makanan tidak dipilh dengan baik, tubuh akan mengalami kekurangan zat zat gizi esensial tertentu.Zat gizi esensial adalah zat gizi yang harus didatangkan dari makanan.
Sejarah perkembangan ilmu gizi berdiri tahun 1926, oleh Mary Swartz Rose saat dikukuhkan sebagai profesor ilmu gizi di Universitas Columbia, New York, AS. Pada zaman purba, makanan penting untuk  kelangsungan hidup. Sedangkan pada zaman Yunani, tahun 400 SM ada teori Hipocrates yang menyatakan bahwa makanan sebagai panas yang dibutuhkan manusia, artinya manusia butuh makan.

III.   2  Saran
Kita sebagai manusia membutuhkan asupan gizi yang seimbang. Untuk itu kita harus selalu menjaga asupan makanan yang masuk kedalam tubuh kita. Dengan menjaga asupan makanan dan gizi kita bisa mencapai status gizi tubuh yang optimal.


DAFTAR PUSTAKA
Almatsier, S. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2001.
Francin, P. 
Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi. EGC, Jakarta, 2005.
Moehji, S. Ilmu 
Gizi. Jilid I. Bhatara Karya Pustaka, Jakarta, 1982.
Supariasa, I. Penilaian Status 
Gizi. EGC, Jakarta, 2002.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar